Perbandingan Software Vector

   
Design Grafis | September 05, 2009    
Reza Pahlevi    

Penggunaan software grafis, terutama program pengolah gambar vector untuk saya yang bekerja sebagai designer grafis (dan sekarang guru SMK jurusan Multimedia) adalah harga mati. Semakin banyak program yang kita kuasai maka semakin dihargai pula kita oleh atasan atau klien yang memakai jasa kita. Mengapa? Karena adakalanya si klien membawa contoh designnya sendiri yang dibuat dengan program yang belum tentu kita kuasai. Setelah itu kita diminta mengubah design yang sudah ada menurut keinginan mereka. Saya sering mengalami ini ketika menerima artwork dari klien yang dibuat dengan program CorelDRAW atau Freehand, padahal saya adalah pengguna program Adobe llustrator. Bisa dibayangkan kalo kita hanya bisa planga-plongo tidak bisa apa-apa dengan artwork dari klien itu. Lain halnya jika kita diminta membuat design dari awal yang tentunya dengan program yang biasa kita gunakan.

Itulah sebabnya saya kuasai semua program di atas karena di dunia design masih banyak perbedaan dalam penggunaan software design, terutama program pengolah vector. Untuk mengakomodasi keinginan klien dan jaga-jaga bila ada output final artwork yang diminta dalam kondisi file aslinya oleh pihak percetakan, repro atau si klien sendiri.

Berikut ini perbandingan ketiga program vector beserta kelebihan dan kekurangannya:

1. CorelDRAW

Inilah program design yang pertama kali saya gunakan dalam hidup saya. Sangat ngetop sampai-sampai saya belai-belain membeli bukunya untuk belajar. Mudah dipelajari dan pernah saya agung-agungkan sebagai software design terbaik sebelum kenal (dan pindah agama) ke Illustrator.

Kelebihan:

  • Amat mudah digunakan.
  • Sangat cocok untuk designer pemula.
  • Antarmuka program tidak membingungkan.
  • Penggunaan Blend sesuai dengan logika kita dan fleksibel (ada fasilitas akselerasi blend).
  • Mendukung multiple page.
  • Fasilitas gradient mesh yang lebih 'manusiawi' dari pada Illustrator.
  • Mampu membuat barcode dengan berbagai macam standard internasional.

Kekurangan:

  • Warna terkadang tidak akurat antara monitor dan printer.
  • Gradasi dan warna 'oplosan' yang disimpan bersama artwork agak susah diakses.
  • Pembuatan objek melalui path/pen tool dengan banyak icon sehingga terkesan rumit.
  • Terkadang ada keanehan ketika membuka file berformat eps.

2. Illustrator

Program andalan saya sehari-hari untuk membuat semua design mulai dari logo, packaging, iklan, layout dan sebagainya. Bekerja simultan dengan saudara tuanya, Photoshop dan adiknya, InDesign yang masih satu pabrik. Illustrator saya rekomendasikan kepada orang-orang yang berniat merintis karirnya sebagai designer grafis serius karena sudah menjadi standar dunia untuk aplikasi grafis pengolah gambar vektor.

Kelebihan:

  • Mudah digunakan.
  • Pembuatan objek dengan path/pen tool cukup sederhana paling mudah digunakan.
  • Antarmuka program dan shortcut konsisten dengan produk Adobe yang lain (Photoshop, InDesign).
  • Kolaborasi yang sangat baik dengan Photoshop, InDesign, Acrobat & Flash CS3.
  • Warna 'oplosan' dan gradasi dapat disimpan dengan cepat, cukup drag & drop.
  • Gradient Mesh, untuk membuat gambar vektor berkualitas foto-realistik.
  • Live Paint, fleksibel untuk membuat objek rumit tanpa harus membuat path ulang dan mengisinya dengan warna.

Kekurangan:

  • Penggunaan Blend tidak sesuai dengan logika kita. Ada langkah yang aneh untuk membuat blend melingkar. Harus terbiasa menggunakan fasilitas penting ini.
  • Berat, file simpan lumayan besar.
  • Tidak mendukung multiple page

3. Freehand

Freehand merupakan program kesayangan kabag design di tempat saya bekerja dulu. Jumlah penggunanya di Indonesia juga lumayan banyak. Tapi semenjak perusahaan pembuatnya, Macromedia, dibeli oleh Adobe maka keberadaannya sekarang dihentikan.

Kelebihan:

  • Mudah digunakan.
  • Fasilitas Mirror yang dapat digunakan untuk membuat efek rotasi secara presisi dan variatif (di program lain tidak ada).
  • File simpan termasuk kecil (tanpa ada embed image raster)
  • Mendukung multiple page

Kekurangan:

  • Keberadaannya discontinued alias sudah tidak ada release baru lagi.
  • Berat ketika artwork berisi objek-objek kecil berjumlah banyak (misal: Diagram part list).
  • Pembuatan objek melalui path terasa njlimet.

Akhirnya semua pilihan kembali kepada Anda untuk menentukan software vektor mana yang paling cocok untuk menunjang kreatifitas dan produktifitas pekerjaan Anda. Bukan program/softwarenya yang penting, tapi hasilnya dan juga bagaimana Anda mengerjakannya.

 


Newer news items:

 

Add comment


Security code
Refresh

Selamat datang di web site resmi SMK Negeri 1 Bojongsari - Purbalingga. SMK Negeri pertama yang berjurusan Multimedia di Purbalingga dan satu-satunya SMK dengan program keahlian kuliner atau Jasa Boga di Purbalingga.

smkbisa

DOWNLOAD

box_downMateri Latihan UN beserta tryout Multimedia sudah bisa didownload.


LOGIN SMKN 1 BJS

MEMBER ONLINE

None

BLOG GURU

logo-mgmp-mm-tkj

MATERI E-LEARNING

  1. Menerapkan Teknik Pengambilan Alat Produksi
    Belajar dasar-dasar fotografi, videografi, produksi film dan video editing. Materi akan ditekankan pada video editing secara non-linear menggunakan komputer.
  2. Memahami Cara Penggunaan Peralatan Tata Cahaya
    Cara menggunakan peralatan pencahayaan pada kamera video & foto.
  3. Menerapkan Efek Khusus Pada Obyek Produksi
    Penggunaan efek-efek khusus (spsesial efect) pada pembuatan film. Software yang digunakan Adobe Premiere & Adobe After Effect.
  4. Menguasai cara menggambar clean-up dan sisip
    Setelah membuat animasi menggunakan Flash maka dilanjutkan dengan mempelajari 3D software yang bermanfaat untuk membuat model  3D dan animasi 3D.
Materi e-learning