Dulu waktu saya lulus SMA yang namanya Teknologi Informasi itu masih berkutat pada dunia komputer, lalu ditambah dengan peran telekomunikasi yang menjembatani informasi agar dapat tersebar ke seluruh penjuru dunia. Kemudian maraknya penggunaan internet yang booming pada tahun 1995 sehingga tahun itu disebut-sebut sebagai tahunnya internet. Padahal internet sendiri sudah berdiri sejak tahun 50an. Indonesia pada tahun itu tampak mulai tersadar akan pentingnya manfat internet. Contohnya adalah peluncuran situs harian Republika yang merupakan situs surat kabar pertama di Indonesia. Waktu itu satu persatu mulai muncul penyedia jasa internet (ISP-ISP) yang saya pertama kali lihat iklannya tahun 1994, yaitu ISP Indonet.
Saya yang saat itu sedang hobi-hobinya kutak katik komputer pun ikut arus teknologi informasi. Padahal hobi saya yang lain adalah di bidang design grafis. Pertama kali menggunakan CorelDRAW versi 3 dan Photoshop versi 4, sekitar tahun 1994. Kemudian tertarik pada web development menggunakan HTML, lalu CMS dengan menggunakan PostNuke, CSS. Lanjut lagi dengan mencoba kutak-katik Flash, sistem operasi Unix dan sampai akhirnya saya vakum dulu karena menyelesaikan skripsi. Setelah bekerja sebagai marketing kemudian saya pindah jalur menjadi designer grafis. Hobi lama muncul kembali, yaitu mendalami web development. Joomla! dan WordPress menjadi pilihan saya.
Tahun 1994-1995 sebenarnya mulai marak dengan istilah multimedia. Artinya kira-kira begini, dalam satu kegiatan transfer/penyampaian informasi dari satu manusia ke manusia yang lain tidak melulu berbasiskan teks, seperti buku atau koran. Media tradisional akan mulai ditinggalkan. Berganti dengan menggunakan teknologi grafis, audio, video sebagai penunjang. Coba kita lihat di sekeliling kita, anak-anak sekarang lebih cepat menyerap informasi yang berbentuk gambar bergerak dan suara dibandingkan dengan membaca buku yang bersifat statis. Begitu juga dengan media informasi. Multimedia secara masif dan liar mengeksplorasi teknologi yang ada baik itu teks, gambar, film, animasi, suara, animasi dengan interaktifitas yang tak terbatas.
Peran Dunia TI
Ujung-ujungnya, pemanfaatan komputer atau teknologi informasi pun tidak terelakan. Hari gini mana ada sih konten-konten teks, gambar, suara, film, animasi bahkan sampai interaksi antara pengguna informasi dan penyedia informasi yang dibuat tanpa menggunakan komputer? Semuanya melibatkan komputer, dan pasti ada teknologi yang mendukung semua itu yaitu teknologi informasi/TI.
Contohnya, membuat susunan teks sehingga tertata dengan baik bukan hanya persoalan sense dan artistik saja, persoalan teknologi di belakang layar sangat berperan penting. Bagaimana teks itu dapat berkolaborasi dengan gambar, baik itu gambar statis ataupun gambar bergerak. Bila terdapat gambar dan suara, bagaimana caranya bila kita dapat berinteraksi dengan media informasi yang kita sedang gunakan. Lalu bagaimana kita dapat terhubung dengan orang lain untuk mencari dan mendapatkan informasi juga berbagi informasi. Semua itu terlaksana dengan infrastruktur TI di belakangnya.
Contoh lain, sebuah CD interaktif atau suatu halaman web yang dirancang dan didesign oleh designer grafis kawakan sekalipun pasti akan menggunakan jasa programmer yang membuat interaktifitas antara program, konten dan user menjadi mungkin. Animasi Flash sekalipun menggunakan skrip yang tidak jauh berbeda dengan bahasa program. Begitu juga sebaliknya pada bidang web development. Bila dulu tampilan di internet di dominasi teks lalu lahir teknologi web. Itu pun dengan tag HTML berformat dan layout yang sederhana baik gambar, typografi dan warna karena belum ada CSS. Sekarang dunia web malah dimasuki oleh designer grafis yang merambah ke dunia digital. Paduan warna, gambar, typografi, suara dan gambar bergerak sekarang sudah biasa ditemukan dalam sebuah tampialn web.
Akhirnya semua yang berbau multimedia tidak jauh dari peran Teknologi Informasi. Bahkan sekarang dunia pendidikan di Indonesia memasukkan program Multimedia bersama Teknik Komputer & Jaringan (TKJ) ke dalam ranah jurusan berbasikan TIK/ICT (Teknologi Informasi & Komunikasi). Kelak nanti lulusan SMK dari jurusan ini dapat menjadi pekerja dari industri kreatif.
Sasaran Profesi Lulusan Multimedia
Para lulusan SMK jurusan Multimedia nantinya bekerja dalam bidang TI yang berbau artisitik atau seni. Jika profesi lulusan SMK lain yang masih satu ranah TIK berbau teknis atau cenderung berada di posisi back-end maka lulusan program keahlian Multimedia akan berada pada garis depan atau front-end. Karena mereka bertanggung jawab atas tampilan atau bagaimana suatu konten itu ditampilkan.
Berikut ini profesi yang cocok bagi lulusan SMK Multimedia:
- Designer Grafis
- Designer Produk
- Web Designer
- Illustrator
- Animator
- 3D Modeller
- Fotografer / kameramen
- Sutradara / script writer
- 12/03/2012 12:33 - Download Materi Latihan Flash
- 16/02/2012 16:02 - Contoh Program Multimedia Pembelajaran Interaktif
- 02/01/2010 09:56 - SMK Multimedia = SMK Design Grafis?






















